AKHLAK MULIA SEBAGAI TUJUAN HIDUP

Mati itu pasti terjadi sedangkan sukses belum tentu. Namun kematian tidak bisa dipastikan kapan terjadinya, sedangkan sukses bisa direncanakan. Yang menjadi persoalan ialah kita terkadang terlalu asyik merencanakan dan memperjuangkan kesuksesan sehingga melupakan kematian. Idealnya ialah orang yang berjuang mencapai kesuksesan namun juga selalu mempersiapkan diri untuk selalu siap menerima kematian. Sabda Baginda Rasulullah SAW: beribadahlah kalian seolah-olah akan mati besok pagi, dan bekerjalah kalian seolah-olah akan hidup 1000 tahun lagi. Jadi harus ada keseimbangan antara meraih sukses dunia dan meraih sukses akhirat.

Apa yang terpenting dalam hidup ini? Akhlak yang mulia (akhlakul kharimah). Dengan kemuliaan akhlak maka manusia akan selalu dekat dengan Tuhan. Cara yang paling mudah untuk menggapai kemuliaan akhlak ialah senantiasa sabar, ikhlas dan bersyukur. Sabar menerima ujian Allah, ikhlas melaksanakan perintah Allah, dan selalu mensyukuri nikmat Allah sekecil apapun.

Manusia nampak perkasa karena kulit luarnya. Inilah POTENSI KESOMBONGAN akibat tingginya ke-AKU-an. Mulutnya mengatakan Tuhan itu ada namun perilakunya menggambarkan seolah-olah Tuhan itu tidak ada. Ini adalah akibat Kesombongan Otak dalam bentuk pola pikir, sehingga manusia merasa kuat, merasa hebat, merasa pintar, dan sejenisnya. Inilah bentuk cara pikir manusia yang tidak dikendalikan oleh hati nurani, sehingga yang muncul adalah HAWA NAFSU DUNIAWI. Cara pikir yang demikian ini yang menjauhkan manusia dari Tuhan.

Sebaliknya, adalah pola pikir yang positif, yaitu pola pikir yang dilandasi oleh kerendahan hati. Tanda-tandanya ialah: Optimistik, bersahaja atau apa adanya, sabar, ikhlas, bersyukur, dan sebagainya. Inilah buah dari hati nurani yang menggerakkan pikiran, sehingga yang muncul adalah NAFSUL MUTHMA’INAH yaitu jiwa yang tenang yang akan masuk Surga (QS Al Fajar ayat 27 sampai 30). Ciri khasnya ialah pribadi yang rendah hati atau manusia yang menyenangkan bagi banyak orang. Pribadi yang senantiasa merasa kecil di hadapan Tuhan dan menyadari bahwa Tuhan adalah penentu segala hal dalam hidupnya.

Pakaian itu hanyalah hiasan hidup untuk menutup aurat agar manusia berbeda dengan hewan. Pakaian juga dapat disebut sebagai hiasan kemartabatan duniawi. Namun seringkali kesombongan manusia justru muncul dari hiasan duniawi ini.

Semua gerak hidup manusia sangat tergantung pada: aliran darah, saluran pernafasan, saluran pemasukan & pembuangan, dan jaringan syaraf. Meskipun semuanya merupakan organ vital, Tuhan menyembunyikan letaknya sehingga manusia nampak indah. Tuhan menyembunyikan semua organ vital manusia sehingga manusia nampak indah dan cantik dilihat. Inilah pelajaran penting yang maknanya ialah bahwa terkadang  sesuatu yang penting itu tidak harus nampak di permukaanJantung merupakan organ vital manusia  yang menentukan hidup dan matinya manusia, namun jantung tidak pernah menampakkan dirinya (tanda-tanda atau sifat ikhlas)

Sebagai uraian penutup, berikut disampaikan sebuah renungan yang mungkin bermanfaat bagi kita semua, yaitu:

  1. Dunia indah bukan karena dunia berubah menjadi indah tetapi karena kita memandang, mengerjakan dan mensyukurinya dengan cara yang indah
  2. JANGAN MEMBENARKAN HAL-HAL YANG BIASA DILIHAT, TETAPI BIASAKANLAH MELIHAT HAL-HAL YANG BENAR

Yogyakarta, 10 Juni 2016