KELANA dan LCLR 1978

Di era tahun 70-an, banyak sekali kompetisi yang diselenggarakan di Indonesia untuk menggali potensi anak bangsa di bidang seni musik. Salah satu kompetisi yang cukup bergengsi (bagi remaja tentunya) adalah Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang diselenggarakan oleh Prambors Rasisonia-salah satu stasiun radio yang sangat terkenal di kalangan remaja, khususnya di ibukota Jakarta.

Di awal penyelenggaraannya (tahun 1977), tercatat beberapa lagu hit karya anak-anak muda Indonesia (lebih tepatnya anak-anak Jakarta), seperti Lilin Kecil, Dalam Kelembutan Pagi, dan sebagainya.

LCLR_1978Tahun 1978, kompetisi ini diselenggarakan lagi, dan diperluas hingga tingkat basional. Sekelompok anak muda yang bergabung dalam Vocal Group Camatha (Ante, Edwina, Menil, Sita, Syuli, Wati, Aki, Oni, Parip, dan saya sendiri) berinisisatif untuk mengikuti kompetisi tersebut. Dibuatlah rekaman beberapa lagu untuk dikirim (dalam bentuk kaset) ke kompetisi tersebut di studio Puskat (Pusat Kateketik) Yogyakarta dengan sound engineer Mas Andi (sudah almarhum). Salah satu lagu yang diiikutkan dalam kompetisi ini (dari 8 lagu yang dikirimkan) adalah KELANA, karya saya sendiri dengan nama Hotma Soehartono (Soehartono adalah nama almarhum ayah saya). Di luar dugaan, lagu tersebut masuk ke dalam 10 lagu terbaik (dalam urutan ke 4) bersama: Kidung, Khayal, Sesaat, dalam Cinta dan Cita, Apatis, Resah, dan lainnya (klik disini).

Bagi remaja saat itu, lagu-lagu LCLR sangat disukai karena selain lagu-lagunya sangat merepresentasikan dunia remaja, arransernya (Jockie Suryoprayoga) juga sangat piawai untuk mengemas lagu-lagu tersebut menjadi sajian yang enak untuk didengar. Jockie ini termasuk trend setter musik-musik remaja di era tahun 1970-1980.

Saya coba untuk mengenang kembali lagu Kelana ini sekaligus menghibur anda. Terimakasih secara khusus saya ucapkan untuk GO3ZSLY yang telah mengunggah lagu tersebut via youtube.

Camatha saat ini (18 Januari 2015) telah berusia 37 tahun dan masih sering berkumpul (meskipun tidak selalu lengkap). Jadi apa mereka sekarang? Inilah mereka:

Ante – Pemda DIY, Edwina – bermukim di Amerika, Menil – dokter gigi di Kudus, Sita – Dosen di Arsitektur UGM, Syuli – Dosen FEB UGM, Wati – Asian Dev.Bank di Manila, Aki – Direktur PT Titimatra Tujutama Yogyakarta, Oni – Cipta Karya PU Jawa Timur, Parip – Dosen FH UGM/Wakil Rektor UGM bidang Kerjasama dan Alumni (sebelumnya menjabat sebagai Dekan FH UGM), Hotma -Direktur Sekolah Vokasi UGM/Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Vokasi se Indonesia.

Hotma on Piano

  1. Separuh Aku (Noah – taken at my office by Wikan Sakarinto)
  2. Jauh di Mata dekat di Hati (RAN – courtesy of isigood.com)
  3. Butiran Debu (Rumor – taken by Muhammad Maulana Rasyid)
  4. Kelana (Hotma Soehartono – new arrangement by Hotma Soehartono – video Muhammad Maulana Rasyid)