SAP/ETABS bukan Structural Engineer

 

Ada sebuah asumsi di kalangan sebagian mahasiswa teknik sipil struktur yang kurang pas terhadap keberadaan software SAP/ETABS. Sebagian besar mereka beranggapan bahwa jika sudah menguasai SAP/ETABS mereka qualified sebagai structural engineer. Ini adalah persepsi yang sangat salah khususnya jika dilihat dari sudut pandang profesi teknik sipil.

Engineering atau perekayasaan adalah intuisi yang terasah melalui serangkaian pembelajaran keahlian. Di dalam pendidikan keahlian, terdapat 3 hal penting sumber pembelajaran, yaitu: Alam (nature), Pengetahuan (knowledge), dan Penyelesaian persoalan (problem solving)

Pembelajaran SkillKetiga sumber pembelajaran ini harus didisain sedemikian rupa untuk menghasilkan kompetensi keahlian yang memadai guna menyelesaikan persoalan-persoalan perekayasaan di tingkatan/level tertentu.

Kelemahan produk perekayasaan bidang struktur bangunan gedung saat ini adalah kurang informatifnya gambar rancangan (design drawing). Selain itu, kemampuan engineer di dalam detailing saat ini jauh berkurang dibandingkan dengan beberapa dasawarsa sebelumnya. Saat ini engineer lebih disibukkan dengan analisis yang sedemikian rumit namun tidak diikuti dengan kemampuannya mengimplementasikan hasil analisis rancangannya ke dalam gambar detil yang komprehensif. Di sisi lain, engineer yang bertugas untuk mengimplementasikan gambar rancangan ke dalam gambar lapangan (shop drawing) juga kurang memahami standar yang berlaku. Akibatnya sering terjadi konflik-konflik di lapangan yang tidak perlu, misalnya: volume/kuantitas pekerjaan, metoda konstruksi, dan kontrol kualitas (quality control). Akibatnya, ketika terjadi konflik di dalam pelaksanaan, penyelesaiannya seringkali kurang memuaskan. Jika detil dan regulasi terkait ini benar-benar difahami oleh masing-masing unsur (perancang, pengawas, dan pelaksana) maka dipastikan produk yang dihasilkan akan sesuai dengan harapan.

Penggunaan AutoCAD di dalam proses disain boleh jadi merupakan kemudahan yang harus dimanfaatkan secara optimal. Namun demikian, civil engineer tidak boleh melupakan bahwa kemampuan membuat sketsa detil secara manual adalah bagian dari keahlian civil engineering yang tidak boleh diabaikan.

Selain kesesuaian dengan rancangan arsitekturnya, keberhasilan suatu produk rancangan struktur bangunan gedung terletak pada gambar rancangan dan detil-detilnya. Semakin lengkap dan jelas, maka akan semakin kecil potensi konflik di dalam pelaksanaan/implementasi rancangan. Jadi, tidak ada alasan apapun bagi structural engineer untuk tidak memahami gambar-gambar hasil rancangannya sendiri (terutama detil-detilnya).

Saat ini penggunaan SAP/ETABS, AutoCAD, dan program-program bantu lainnya sudah semakin luas di dalam perancangan bangunan gedung. Banyak mahasiswa yang mulai menikmati kemudahan-kemudahan dari kehadiran program-bantu ini. Yang perlu difahami bahwa menguasai program-program bantu tadi di dalam praktik profesi bukan berarti yang bersangkutan memenuhi kualifikasi sebagai structural engineer.

Terkait dengan permasalahan gempa, perlu difahami bahwa gempa itu tidak membunuh manusia, yang membunuh justru bangunan yang roboh akibat gempa. Oleh sebab itu, kaidah-kaidah perancangan bangunan gedung di daerah rawan gempa (bangunan gedung tahan gempa) perlu benar-benar dipahami oleh structural engineer. Ketentuan rancangan menurut konsep SRPMK yang disyaratkan untuk struktur bangunan gedung di daerah rawan gempa harus benar-benar dikuasai. Hal ini berarti hasil kalkulasi penulangan menurut SAP/ETABS sudah tidak bisa lagi digunakan secara langsung, terutama pada perancangan kolom bangunan.

Merancang struktur bangunan adalah seni. Keterbatasan potensi pendukung bangunan (kondisi tanah, keterbatasan material, dan sebagainya) harus dimaknai sebagai tantangan yang harus diselesaikan dengan sikap yang profesional. Kepekaan intuisi dalam penyelesaian suatu rancangan struktur bangunan itulah sejatinya structural engineer.

2 thoughts on “SAP/ETABS bukan Structural Engineer”

  1. Salam pak Hotma Prawoto,
    Saya adalah mahasiswa teknik sipil D3, saya sangat ingin menjadi civil strukture engineer,, kira2 apa langkah2 yang haru saya lakulan..
    terimakasih…

    1. perbanyak belajar dari praktik2 yang dilakukan oleh praktisi yang sudah qualified. Selain itu belajar ilmu teknik sipil khususnya yang paling mendasar. Jangan asal lulus tetapi tidak tahu. Jangan takut bertanya. Jangan takut salah (saat menjadi mahasiswa itulah saat berbuat salah sehingga faham mana yang benar dan mana yang salah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *